Senin, 20 Juni 2011

TUGAS AKHIR MATA KULIAH KONSEP MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PENDIDIKAN

1.      Pelajaran yang dapat dipetik dari sistem manajemen Coca Cola di dunia pendidikan adalah :
Perusahaan ini menerapkan visi dan misi  dan selalu mengembangkan terus menerus dengan mengadakan analisis SWOT. Mereka menciptakan proses yang ketat mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas tinggi, proses pengolahan dan samapi produk siap dipasarkan yang akhirnya menghasilkan mutu yang merata di seluruh dunia. Mereka juga menganalisis   kepuasan pelanggan atau konsumennya. Untuk dapat tetap mempertahankan persaingan pada industri minuman ringan, Coca-Cola menerapkan strategi pemasaran yang cukup agresif, unik dan kreatif.
Manajemen Coca-Cola dapat kita adopsi dan kita implementasikan dalam dunia pendidikan, dimana lembaga pendidikan (sekolah) harus merumuskan VISI dan MISI, mengadakan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman), menyususn Rencana Strategis (RESTRA) yang dijabarkan menjadi Perencanaan Operasional (RENOP) kemudian dijabarkan dalam bentuk program kerja, Pengimplementasian Strategi dalam program program untuk mencapai sasarannya masing masing dilakukan melalui fungsi fungsi manajemen yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
Dalam system manajemen Coca-cola , organisasinya dikelola secara dinamis, dalam arti ada Pertumbuhan, Perubahan, Pembaharuan, dan Kesinambungan, maka organisasinya akan berkembang secara meyakinkan dan menjanjikan. Selain itu, manajemen Coca-cola pun melakukan analisis lingkungan internal,  hal ini yang harusnya dilakukan oleh perusahaan2 dan institusi pendidikan. Selama ini, jarang bahkan belum ada institusi pendidikan yang melakukannya. Dengan melakukan analisis lingkungan, kita sebagai pelaku industri pendidikan akan tahu mana kelemahan dan kekuatan kita.
Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan, kita juga akan mengetahui peluang dan ancaman bagi lembaga pendidikan kita. Dengan begitu selanjutnya kita bisa merumuskan sasaran. Sasaran menjelaskan tujuan-tujuan yang spesifik dalam jumlah dan waktu. Dengan demikian sasaran memudahkan untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Sasaran perusahaan dapat berupa profitabilitas, posisi pasar, produktivitas, kepemimpinan teknologi, pengembangan sumberdaya manusia.  Hubungan antar karyawan dan tanggung jawab social.



2.      Konsep Manajemen Strategik dalam Sistem Pendidikan perlu dipelajari karena :
Manajemen strategik adalah perencanaan berskala besar (disebut Perencanaan Strategik) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang  jauh  (disebut  VISI),  dan  ditetapkan  sebagai  keputusan  manajemen  puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut MISI), dalam usaha menghasilkan sesuatu (Perencanaan Operasional) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian   tujuan   (disebut   Tujuan   Strategik)   dan   berbagai   sasaran   (Tujuan Operasional) organisasi.” 
 Pengertian yang cukup luas ini menunjukkan bahwa Manajemen Strategik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak ke arah yang sama pula. Komponen pertama adalah Perencanaan Strategik dengan unsur unsurnya yang terdiri dari Visi, Misi, Tujuan Strategik organisasi.
Sedang komponen  kedua  adalah  Perencanaan  Operasional  dengan  unsur   unsurnya  adalah Sasaran atau Tujuan Operasional, Pelaksanaan Fungsi – fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian,  fungsi  pelaksanaan  dan  fungsi  penganggaran,  kebijaksanaan situasional, jaringan kerja Internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik
Kita mempelajari konsep Manajemen strategik dalam sistem pendidikan, karena, dengan menerapkan Manajemen Strategik, maka organisasi pendidikan (sekolah) akan memiliki keunggulan, antara lain : profitabilitas, produktifitasi tinggi, memiliki posisi kompetitif, keunggulan teknologi, keunggulan Sumber Daya Manusia, Iklim kerja yang kondusif, etika dan tanggung jawab sosial yang berkembang.
Selain keunggulan tersebut, manfaat yang diperoleh dari implementasi manajemen strategik adalah :
Ø  Organisasi menjadi dinamis,
Ø  Fungsi kontrol berjalan dengan efektif dan efisien
Ø  Meniadakan perbedaan dan pertentangan pendapat dalam mewujudkan keunggulan
Ø   Memudahkan dalam menyepakati perubahan atau pengembangan strategi yang akan dilaksanakan
Ø   Mendorong perilaku proaktif bagi semua pihak untuk ikut serta mewujudkan keunggulan
Ø  Meningkatkan perasaan ikut memiliki, berpartisipasi aktif dan tanggung jawab bagi semua komponen organisasi.
Manajemen strategik  biasanya dihubungkan dengan pendekatan manajemen yang integratif yang mengedepankan secara bersama-sama seluruh elemen seperti planning, implementing, dan controlling dari strategi bisnis. Dunia pendidikan menggunakan konsep strategik untuk lebih mengefektifkan pengalokasian sumber daya yang ada dalam pencapaian tujuan  .Menentukan tujuan-tujuan strategik adalah memformulasikan hasil-hasil yang diharapkan dicapai secara menyeluruh selama satu periode.
Proses yang berperanan penting menentukan tujuan-tujuan strategik dikembangkan oleh berbagai macam konfigurasi kekuatan dari dalam dan luar organisasi, seperti kepala sekolah dan guru, asosiasi guru, stakeholders, peserta didik dan orang tua peserta didik, suplier kebutuhan sekolah, pemerintah pusat dan provinsi serta pemerintah kabupaten/kota kemudian kelompok-kelompok sosial yang menaruh perhatian terhadap program sekolah.
Manajemen strategik ialah suatu pendekatan yang sistematis bagi suatu tanggung jawab manajemen, mengkondisikan organisasi ke posisi yang dipastikan mencapai tujuan dengan cara yang akan meyakinkan keberhasilan yang berkelanjutan dan membuat sekolah menjamin atau mengamankan format yang mengejutkan. Jika dielaborasi atau diadaptasi dalam menajemen sekolah, menjadi
 (1) sekolah menyusun perencanaan memposisikan diri sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki, yaitu mengoptimalisasikan seluruh sumber daya sekolah yang tersedia untuk mencapai tujuan sekolah;
 (2) mampu merespon isu-isu strategis seperti manajemen berbasis sekolah, kurikulum berbasis kompetensi, pengajaran kontekstual, dan sebagainya dalam pengelolaan sekolah untuk peningkatan mutu;
(3) menekankan obyektifitas, ilmiah, dan sistematis selama implementasi strategis, strategi sekolah disusun berdasarkan prinsip-prinsip obyektifitas, ilmiah dan sistematis, bukan atas dasar kehendak pribadi kepala sekolah, tetapi merupakan kehendak bersama mengakomodasi kebutuhan publik.
Tujuan terciptanya suatu sistem dan strategi manajemen sekolah yang niscaya dan pasti mampu meningkatkan mutu yang kompetitif dan menguntungkan.
3.       A.   Lingkungan Jauh (Remote Environment) terdiri dari :
Lingkungan jauh terdiri dari dari faktor-faktor yang bersumber dari luar, dan biasanya tidak berkaitan dengan situasi operasi perusahaan/institusi pendidikan tertentu, yaitu faktor ekonomi, sosial-budaya, teknologi, demografi, politik-hukum, dan ekologi.
1.         Faktor Ekonomi                    :
Nasionalisme yang kental dari Negara-negara berkembang, yang didiami oleh hampir tiga perempat penduduk dunia, barangkali menyajikan tantangan terbesar bagi masyarakat industry dan korporasi serta dunia pendidikan multinasional selama dua decade mendatang.
Seperti dikatakan seorang pakar Dunia Ketiga, “Hubungan yang sangat tidak berimbang antara Negara kaya dan miskin dengan cepat menjadi isu sentral saat ini.” Semua kekuatan internasional ini dapat mempengaruhi, baik secara positif maupun negative kesejahteraan masyarakat luas.
2.         Faktor social             :
Sangat mempengaruhi suatu institusi pendidikan, terutama soal tingkat kepercayaan, nilai sikap,opini, dan gaya hidup orang-orang di lingkungan ekstern institusi pendidikan, yang berkembang dan pengaruh cultural, ekologi, demografi, agama, pendidikan dan etnik. Jika sikap social berubah, berubah pulalah permintaan akan berbagai kebutuhan dan pandangan orang.
Salah satu perubahan social paling menonjol di tahun-tahun terakhir adalah, peningkatan yang sangat signifikan partisipasi pendidikan kaum perempuan di semua lini pendidikan, serta masuknya mereka ke dalam pasar tenaga kerja.
3.         Faktor Politik                        :
Arah dan stabilitas factor-faktor politik serta kebijakan pemerintah merupakan pertimbangan penting bagi para pengelola institusi pendidikan dalam merumuskan strategi kebijakannya.
4.         Faktor teknologi       :
Perubahan teknologi yang sangat cepat harus sesegera mungkin di antisipasi agar dunia pendidikan terhindar dari keusangan dan mendorong inovasi kearah yang lebih baik. Terobosan teknologi dapat mempunyai dampak segera dan dramatic atas lingkungan dunia dan institusi pendidikan.
5.         Faktor Ekologi                      :
Faktor yang berhubungan timbale balik manusia dengan makhluk hidup lainnya, dengan udara, tanah dan air yang mendukung kehidupan manusia. Polusi ekologi dapat berupa polusi udara, polusi tanah akibat limbah buangan dan hujan yang tercemar sulfur dioksida.

 B.  Persoalan-persoalan yang melingkupi institusi pendidikan yang berdimensi global antara lain :
Pertama, tantangan untuk meningkatkan nilai tambah, yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas kerja nasional serta pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan berkelanjutan (continuing development ).
Kedua, tantangan untuk melakukan riset secara komprehensif terhadap terjadinya era reformasi dan transformasi struktur masyarakat, dari masyarakat tradisional-agraris ke masyarakat modern-industrial dan informasi-komunikasi, serta bagaimana implikasinya bagi peningkatan dan pengembangan kualitas kehidupan SDM.
Ketiga, tantangan dalam persaingan global yang semakin ketat, yaitu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas sebagai hasil pemikiran, penemuan dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
            Keempat, tantangan terhadap munculnya invasi dan kolonialisme baru di bidang Iptek, yang menggantikan invasi dan kolonialisme di bidang politik dan ekonomi.
            Semua tantangan tersebut menuntut adanya SDM yang berkualitas dan berdaya saing di bidang-bidang tersebut secara komprehensif dan komparatif yang berwawasan keunggulan, keahlian profesional, berpandangan jauh ke depan (visioner), rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi serta memiliki keterampilan yang memadai sesuai kebutuhan dan daya tawar pasar.

4.      Dalam kebijakan strategik, secara kedinasan diperlukan adanya pergantian dan/atau mutasi kepala sekolah, dengan pendekatan kualitatif dalam perspektif fenomenologi, khususnya berkait dengan because motive dan in order to motive, menurut analisis kami adalah :
Mutasi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan hal yang biasa dalam kehidupan kepegawaian, sebab hal tersebut telah dinyatakan dalam sumpah jabatan atau dalam pelantikan. Mutasi atau pergantian atau rotasi pejabat kepala sekolah dalam manajemen strategis adalah wajar, dan seharusnya tidak ditanggapi secara berlebihan karena pergantian ini diharapkan agar terjadi profesionalisme dan rasa keadilan serta menjamin kualitas pendidikan maka diperlukan berbagai cara termasuk pergantian Kepala sekolah agar ada penyegaran dalam iklim kerja di sekolah  tersebut.
Pergantian Kepala Sekolah secara because motive adalah pergantian Kepala Sekolah yang dikarenakan oleh sejumlah factor misalnya, kinerja kepala sekolah yang kurang optimal, factor usia, kegagalan Kepala Sekolah dalam mengelola sekolahnya dan selalu bermasalah, misal melanggar kode etik, korupsi dan sebagainya. Mutasi didasarkan pada beberapa alasan yaitu kemampuan kerja, rasa tanggung jawab, dan kesenangan.
Diharapkan dengan mutasi pegawai melaksanakan pekerjaan dengan efektif, efisien, dan dapat meningkatkan kinerjanya. Meskipun demikian harus diperhatikan, pegawai dapat salah persepsi yang berasumsi bahwa mutasi sebagai hukuman. Hal tersebut dapat berakibat menurunnya efektifitas, efisiensi, dan kinerja pegawai.
                  Sedangkan pergantian Kepala Sekolah secara in order motive adalah pergantian atau mutasi Kepala Sekolah karena yang bersangkutan mempunyai prestasi, dengan demikian diharapkan Kepala Sekolah yang bersangkutan dapat meningkatkan prestasi yang telah diraih untuk diterapkan disekolah lain atau dipromosikan ke sekolah yang lebih besar. Promosi merupakan perpindahan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang memiliki status dan tanggung jawab lebih tinggi.
                  Promosi dilakukan bertitik tolak pada kepentingan organisasi. Seorang Kepala sekolah/guru dapat dipromosikan harus memperhatikan berbagai faktor yaitu pengalaman, tingkat pendidikan, loyalitas, kejujuran, tanggung jawab, kecakapan berkomunikasi, prestasi kerja, dan tingkat kreatifitas. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilaksanakannnya evaluasi sehingga dapat diketahui siapa yang dapat dipromosikan. Pelaksanaan evaluasi menggunakan pedoman dan dilaksanakan secara sistematis, komprehensif, dan objektif.
                  Syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dipromosikan juga harus jelas, sekolah dan dinas memberi kesempatan yang sama dan menunjang kegiatan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Calon yang akan dipromosikan juga dipersiapkan dengan teliti, kemampuan, bakat, dan minat merupakan prioritas yang penting untuk diperhatikan.





5.      SETTING PENELITIAN

PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM
A.      Sejarah
Pondok Pesantren Modern  Islam Assalaam, biasa disingkat dengan PPMI Assalaam, adalah lembaga pendidikan swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Majelis Pendidikan Islam (YMPI) Surakarta, yang didirikan oleh Bapak H. Abdullah Marzuki (alm) dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah.
PPMI Assalaam berdiri pada tanggal 17 Syawal 1402 H bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1982 M. berlokasi di Jalan Yosodipuro no. 56 Punggawan Surakarta, menempati tanah seluas 2.845 m, wakaf dari keluarga bapak H. Abdullah Marzuki (alm) dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah, pemilik percetakan PT Tiga Serangkai Solo.
Sebelum PPMI Assalaam berdiri kegiatan pendidikan yang dilakukan adalah kegiatan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), kemudian atas tuntutan masyarakat YMPI mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan system asrama yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren yang waktu itu diberi nama Pondok Pesantren Punggawan. Meminjam nama desa dimana kegiatan pendidikan dipusatkan.
Pada tanggal 20 Juli 1985 nama Assalaam secara resmi digunakan. Sekaligus menandai awal mula digunakannya kampus baru di desa Pabelan Kartasura Sukoharjo. Di atas areal tanah wakaf seluas 5,6 Ha dari keluarga Bapak H. Abdullah Marzuki (alm). Bangunan yang terdapat pada saat itu terdiri dari ruang kelas, gedung olahraga (GOR), asrama santri, perumahan guru dan pengasuh, dapur, dll. Bersamaan dengan itu pula didirikan Madrasah Aliyah (MA) sebagai kelanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assalaam, serta sebagai jawaban dari tuntutan masyarakat terhadap PPMI Assalaam.
Pada tahun 1986/1987 didirikan Madrasah Takhasushiyyah, sebuah kelas persiapan untuk calon santri yang akan melanjutkan ke MA Assalaam yang berasal dari SLPT Umum di luar Assalaam. Pada tahun 1988/1989 SMA Assalaam didirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan pendidikan yang terjadi di luar Assalaam.
Memasuki tahun pelajaran 2005/2006, sekolah menengah kejuruan (SMK) didirikan, yang mengambil program keahlian Komputer dan jaringan dan persiapan grafika. SMK bermaksud untuk mencetak tenaga professional dengan tetap berwawasan pada nilai-nilai keislaman.

B.       Prinsip Pondok
·         PPMI ASSALAAM berada di bawah Yayasan Majelis Pengajian Islam (YMPI) Surakarta. Yayasan ini berkewajiban untuk menjaga, memelihara, memperluas wakaf, memenuhi segala kebutuhan harian yang berbentuk materi dan non materi bagi PPMI Assalaam. Yayasan MPI juga bertanggung jawab akan hidup dan matinya PPMI Assalaam.

·         PPMI Assalaam tidak berafiliasi kepada salah satu organisasi dan juga tidak berafiliasi pada salah satu faham golongan manapun, tetapi berjalan sesuai dengan ajaran agama islam.


C.      Sistem Pendidikan
Pendidikan di PPMI Assalaam dikembangkan dengan mengambil langkah-langkah yang positif dan kongkret sebagai berikut :
Ø  Memadukan dua manhaj pendidikan:
yaitu memadukan sistem pendidikan salafiyah dengan sistem pendidikan modern, yang terkenal di Assalaam dengan istilah majma`ul bahraini. Dimana dalam kegiatan belajar mengajar menganut sistem sekolah pada umumnya. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari para santri diatur dalam sistem asrama, sebagaimana pondok pesantren salafiyah, dengan tata tertib dan disiplin pondok.
Ø  Pendidikan bersifat Integral-holistik:
Bertolak dari konsep manusia yang bersifat integral-holistik, serta berorientasi kehidupan yang menjangkau tiga dimensi waktu, yaitu: masa lalu, masa kini, dan mendatang. Assalaam tidak hanya meletakkan dirinya berada dalam dunianya sendiri, akan tetapi juga berupaya untuk hidup bersama dan berdialog dengan kehidupan dunia. Dengan demikian sistem pendidikan yang dikembangkan berorientasi pada duniawi dan ukhrawi.
Wawasan keseimbangan ini, dikembangkan antara ilmu-ilmu alamiyah dan teknologi dengan ilmu-ilmu diniyah islamiyah antara fikir dan dzikir masing-masing mendapat porsi yang seimbang. Para santri nantinya diharapkan memiliki ilmu pengetahuan uang luas, baik ilmu dienul islam maupun ilmu-ilmu alamiyah dan teknologi, dan beraqidah shahihah yang mantap serta ditunjang akhlaqul karimah.
Ø  Modern
Kata modern bukan hanya sekedar untuk menghilangkan image bahwa pesantren pada umumnya yang serba terbelakang, kolot serta ketinggalan zaman. Akan tetapi juga perlu disadari bahwa pengaruh globalisasi membawa dampak saling ketergantungan antara satu pihak dengan pihak yang lain.
 Oleh karena itu Assalaam selalu bersikap damai dengan siapa saja, transparan terbuka dan lentur serta bijaksana dalam menjalin hubungan dengan pihak lain. Berkaitan dengan hal tersebut, maka sejak awal dipahamkan kepada santri tentang sepuluh ciri manusia modern:
1)      Terbuka dan bersedia menerima hal baru yang ashlah dari berbagai perubahan dan inovasi.
2)      Berorientasi demokratis/musyawarah serta mmampu menerima pendapat yang tidak selalu sama.
3)      Berpijak pada realitas/real thinking, menghargai waktu, disiplin, konsisten, sistematik dalam setiap menyelesaikan peradaban.
4)      Selalu terlibat dalam perencanaan dan pengorganisasian.
5)      Menghargai pendapat orang lain.
6)      Memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu dapat diperhitungkan.
7)      Rasional serta percayapada iptek.
8)      Menjunjung tinggi keadilan berdasar prestasi, kontribusi dan kebutuhan.
9)      Efektif dan efisien.
10)  Selalu belajar utnuk mampu mengatasi lingkungan.
D.      Tenaga Pendidik
Seluruh pegawai di PPMI Assalaam berjumlah 368 orang, 225 laki-laki dan 143 perempuan. Jumlah tersebut terdiri dari karyawan 202 orang yang tersebar di berbagai unit kerja. Guru dan pengasuh sebanyak 166; yang terdiri dari 100 guru tetap dan 66 guru tidak tetap.
Latar belakang pendidikan pegawai beraneka ragam. Para karyawan kebanyakan berpendidikan dibawah sarjana. Sedangkan guru dan pengasuh kebanyakan sarjana dan pascasarjana. Dengan rincian, S-1 sebanyak 154, S-2 10 orang ,S-3 sebanyak 2 orang. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta favorit. Dan juga berasal dari berbagai pondok pesantren terkenal di Indonesia, termasuk para alumni PPMI Assalaam sendiri.

E.       Letak Astro-Geografis
Koordinat PPMI Assalaam Lintang733`08.14  , Zona GMT +7. Elev: 111m. PPMI Assalaam terletak di Desa Pabelan dan Desa Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia, di atas tanah  10 Hektar. Lokasi PPMI Assalaam berada 5km arah barat dari jantung kota Solo, tepatnya 400m sebelah utara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

F.       Alamat
Alamat surat dan paket :
PPMI Assalaam Pabelan Kartasura Sukiharjo Jawa Tengah Kota Pos 286 57102

G.      Jenjang Pendidikan
Di PPMI Assalaam memiliki empat unit pendidikan formal, yaitu Mts PPMI Assalaam, MA Assalaam, TKS Assalaam, SMA Assalaam, dan SMK Assalaam. Semua unit pendidikan ini memiliki dan orientasi pendidikan yang khas dan unik. Berikut ini dijelaskan mengenai profile unit sekolah Madrasah Tsanawiyah dimana penulis menjadi tenaga pengajar disana,
Latar Belakang pendidikan MTs PPMI Assalaam
Pada prinsipnya, pendirian lembaga formal di lingkungan Yayasan MPI dilatarbelakangi keinginan kuat untuk merealisasikan tujuan yayasan, yaitu menggali dan menggembangkan ilmu serta ajaran agama islam yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunah. Lembaga pendidikan formal pertama yang didirikan adalah Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA). Keberhasilan mendirikan pendidikan model MDA telah mendorong Yayasan MPI mengembangkan bentuk madrasah tersebut ke jenjang selanjutnya, yakni Madrasah Tsanawiyah.
Madrasah Tsanawiyah didirikan pada tanggal 7 Agustus 1982. Pada tanggal yang sama, 7 agustus 1982 bertepatan dengan 17 Syawal 1402 H ditetapkan oleh yayasan MPI sebagai hari kelahiran pondok Pesantren Modern Islam Punggawan (di kemudian hari berganti nama menjadi Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam).
Pada tahun 2005 dirumuskan visi, misi, tujuan, strategi dan profile lulusan MTs Assalaam. Rumusan tersebut adalah:
Visi
Terwujudnya siswa yang memiliki kualitas unggul dalam Iptek dan Imtaq serta mampu berkompetisi dalam persaingan global.
Misi
1.                  Menyiapkan siswa agar memiliki aqidah salimah, akhlakul karimah, akal yang cerdas, ilmu yang luas serta amal shaleh.
2.                  Menjadikan madrasah sebagai rujukan dan tujuan belajar bertarag regional, nasional dan Internasional.
Tujuan
1.                  Menjadikan siswa yang unggul dalam persaingan global.
2.                  Menjadikan madrasah yang unggul dalam prestasi
Strategi
1.      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, inovatif serta akseleratif bagi siswa sesuai dengan potensi dan kompetensi masing-masing.
2.      Meningkatkan prestasi dalam lomba-lomba akademis dan nonakademis (regional/nasional)
3.      Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan warga madrasah dan pihak terkait.
4.      Meningkatkan mutu lulusan (output) dalam UAN maupun kepesantrenan.
5.      Menumbuhkan semangat keunggulan dalam matematika, sains dan bahasa asing,
6.      Membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga lain.

Program Layanan khusus
Kenapa disebut Program Layanan Khusus?
Ø  Indeks prestasi siswa pada program layanan khusus disyaratkan mempunyai nilai rata-rata minimum 70. Untuk program akselerasi atau kelas Cerdas Istimewa (CI) Kriteria ketuntasan minimum (KKM) untuk setiap mata pelajarannya 70, sehingga apabila ada siswa yang nilainya dibawah KKM pada saat evaluasi akhir setiap semester (4 bulanan) dikembalikan ke kelas asal (reguler). Sedangkan untuk kelas internasional KKM pelajaran MIPA 70 dan KKM pelajaran bahasa 75.
Ø  Pembelajaran di kelas program layanan khusus untuk mata pelajaran tertentu menggunakan dua bahasa (bilingual). Pada kelas international pengantar bahasa untuk pelajaran MIPA dengan bahasa inggris dan untuk pelajaran keagamaan (Fiqih dan SKI ) dengan bahasa arab.
Ø  Program layanan khusus melengkapi fasilitas kelas berupa ruangan ber-AC, LCD, computer, jaringan internet dan loker (filling kabinet).
Ø  Selain belajar di kelas, juga diadakan kegiatan outdoor yang bertujuan untuk menambah wawasan pendidikan serta bisa lebih mengerti bagaimana penerapan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah.
a)      Program Akselerasi MTs PPMI Assalaam
Sesuai dengan namanya, program akselerasi merupakan program percepatan belajar di suatu jenjang pendidikan dimana waktu untuk menyelesaikan study, jauh lebih cepat dibandingakan dengan waktu biasanya (reguler). Sebagai contoh pada jenjang Sekolah Dasar dari 6 tahun menjadi 5 tahun dan Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas dari 3tahun menjadi 2 tahun.
Berbeda dengan program ekskalasi yang tidak mengharuskan peserta didik mengikuti proses belajar mengajar, untuk program akselerasi, peserta didik harus mengikuti Proses belajar mengajar sebagaimana program regular. Hanya waktunya yang lebih singkat, dimana untuk satu semester hanya 4 bulan, tidak seperti regular yang 6bulan.
Sehingga untuk program akselerasi pada jenjang MTs, yang terdiri dari 6 semester dapat diselesaikan dalam waktu 2tahun. Program akselerasi di MTs Assalaam merupakan program pelayanan yang diadakan dengan mempertimbangkan input siswa yang masuk PPMI Assalaam, dimana terdapat siswa dengan kemampuan diatas rata-rata yang berhak mendaparkan pelayanan khusus dalam persoalan akademik dan sarana pendidikan. Adapun untuk perlakuan di pondok pesantren secara umum sama dengan siswa regular lainnya.
MTs PPMI Assalaam hanya menyelenggarakan program kelas akselerasi bukan program individual yang menggunakan system kelas inklusi sehingga bila dalam tes seleksi tidak ada yang memenuhi atau hanya sedikit yang memenuhi maka pada tahun itu program akselerasi tidak diadakan. Hal ini terjadi dikarenakan program ini menghajatkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Selain input siswa, biaya operasional pendidikannya pun cukup tinggi dikarenakan seluruhnya ditanggung oleh siswa (wali murid)
b)     Program Kelas Internasional MTs PPMI Assalaam
Program Kelas Internasional yang diselenggarakan di MTs PPMI Assalaam belum merupakan kelas RSBI yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. Hal ini dikarenakan MTs PPMI Assalaam di bawah naungan Kementrian Agama yang belum ada program RMBI untuk program kelas. Namun demikian, program kelas internasional mengacu pada kaidah dan aturan sesuai dengan program kelas RSBI.
Selain itu mengingat akan kebutuhan dan tuntutan zaman dimana era globalisasi dan informasi, yang menuntut setiap institusi pendidikan bisa melahirkan lulusan yang mampu berkiprah dan berdaya saing tinggi serta mensyaratkan standar internasional dalam manajemen dan pelayanan maka program kelas internasional sangat diperlukan. Untuk itulah MTs PPMI Assalaam sejak tahun 2005 sudah merintis program ini untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan tersebut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar